CERITA CINTA
Cerita Cinta
Kisah romansa setiap orang memiliki perbedaan. Namun yang
pasti, akhir dari setiap kisah romansa hanya ada dua, berakhir bahagia bersama
atau berakhir mencari kebahagiaan lain. Berakhir luka memang ada, tapi pada
dasarnya sama, yaitu mencari kebahagiaan. Yang menjadi perbedaan hanya waktu
saat mencarinya.
Jangan buru-buru perihal mencari, hati bukan ajang
perlombaan tentang siapa yang lebih cepat mendapatkan pasangan. Sembuhkan saja
dulu lukamu, ingat, seperti halnya yang lain “kau juga pantas ditemukan”.
(twitter: @ramerasana)
Salah satu cerita cinta dari dua orang manusia.
Hubungan percintaan pada dasarnya selalu diawali dengan hal
yang indah. Pertama, fase
pendekatan. Yang awalnya tanpa sadar, hingga berjuang mendapatkan. Yang awalnya
hanya sebatas berkenalan, hingga keasyikan berkabar. Yang awalnya hanya saling
menatap, hingga akhirnya benih rasa itu muncul. Awalnya hanya candu karena
sering bertemu, namun akhirnya menyadari bahwa ini rasa yang lain. Tidak hanya
sekedar terbiasa bertemu, tapi tak terbiasa kalau tanpa dia.
Pendekatan dia berhasil.
Kedua, fase menyadari adanya rasa suka dan sayang. Sebenarnya rasa
ini tabu, dan susah untuk dideskripsikan. Karena setiap orang memiliki respon
yang berbeda-beda. Tumbuhnya rasa ketergantungan, berawal hanya saling bertanya
hingga akhirnya saling bercerita.
Dia menyatakan rasa.
Namun hal itu masih belum merubah apapun, tetap
berkomunikasi dan hanya menatap. Dan dia masih dengan pemikiran yang sama,
yaitu “Menanti sebuah Jawaban”.
Sepenuhnya aku ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
Setulusnya aku akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu
Aku tak bisa luluhkan hatimu
Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
(Padi- Menanti sebuah jawaban)
Hingga suatu waktu, waktu yang telah lama ditunggu. Tentang
rasa ini. Tentang pemilik rasa ini, dan untuk rasa ini. Hal ini tidak bisa
dibendung, harus segera dinyatakan, harus segera diberikan.
Perasaan dia terbalaskan.
Ketiga, menikmati perasaan masing-masing dan menikmati saling
memiliki. Ini adalah fase terindah dan tidak ingin berganti. Ini adalah
masa-masa cinta yang paling membahagiakan. Dimulai dari berubahnya panggilan
satu sama lain, adanya rasa perhatian yang lebih, adanya komunikasi yang
intens, dan setiap saling menatap, ada kehangatan didalamnya.
Didalam fase ini, mengenal satu sama lain adalah hal wajib.
Selain bertukar kabar dan bertukar cerita, bertukar kebahagiaan dan kesedihan
terjadi didalam fase ini. Memang benar, jika sudah satu rasa, dunia seakan
milik kami berdua, dan orang lain hanya pemanis.
Hanya angan-angan bahagia yang ada dipikiran orang jatuh
cinta. Angan- angan berdua selamanya dan menjadi “Teman Hidup”.
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku, milikmu, kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Bila didepan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu
Selamanya akan begitu
(Tulus – Teman Hidup)
Angan- angan berdua selamanya dan
berakhir “Happy Ending”.
Kaulah yang pertama, ingin kulihat
Saat mentari mulai bersinar
Kaulah yang terakhir, ingin kulihat
Saatku pejamkan mata
Indah matamu, indah wajahmu
Mampu menyinari duniaku
Indah hatimu, indah cintamu
Mampu menyadarkan diriku
Walau tak ada cinta didunia
Kukan selalu disampingmu
Karna kamu happy ending ku
(Abdul & The Coffe Theory – Happy Ending)
Menjalin hubungan yang manis memang tidak selalu mulus,
selalu ada gelombang didalamnya. Dan inilah fase keempat, masalah mulai menghampiri.
Perbedaan pendapat dan perbedaan kebiasaan menjadi awalnya.
Namun, kami selalu memaklumi, karena sejak awal memang berbeda. Dan meyakini,
bahwa perbedaan ini akan indah pada waktunya.
Tapi, semuanya berubah, intensitas bertemu sudah berkurang,
dan komunikasi hanya sebatas bertanya kabar. Perasaan aneh itu ada, kecurigaan
mulai muncul, pikiran negatif selalu hadir, hingga akhirnya semuanya terungkap.
Musuh disemua hubungan, yaitu pengkhianatan.
Tidak bisa diungkapkan perasaan itu, hanya bisa diwakili
dengan air mata dan nafas yang sesak.
Banyak pertanyaan yang ingin kusampaikan. Tapi, lidah sudah
kaku, mata sudah sembab, tangan yang bergetar, badan yang lemas, dan nafas
semakin berat. Yang keluar hanya satu pertanyaan, “Apa kamu gak ingat aku?” dan
kemudian kembali menangis.
Fase ini adalah fase terberat dalam hubungan, fase yang
tidak ingin dilewati.
Jika ada pertanyaan apakah ini akhir dari semuanya?
Jawabannya tidak, kami tetap melanjutkan hubungan, dan berjanji satu sama lain
untuk lebih berhati-hati selanjutnya. Dan saling berpesan untuk menjaga diri
dan menjaga hati. Karena percaya pada perasaan masing-masing, bahwa memang
saling sayang dan cinta.
Kami tetap bersama.
“Berdamai dengan keadaan yang sudah
terjadi”
Memaafkan adalah salah satu caranya,
karena dengan memaafkan kita gak akan pernah nyimpan rasa sakit apalagi ingin
membalas dengan memberi luka yang sama, proses tiap orang buat memafkan dan
berdamai berbeda-beda, ada yang lama dan ada yang cepat.
Tapi pelan-pelan siapapun yang hatinya
pernah luka, harus berusaha untuk itu, buat kita selalu merasa disituasi yang menyakiti
diri kita.
Padahal banyak hal lebih baik dan indah
yang akan kita rasain kalau kita bisa lepas dari rasa sakit itu. – (ig: @adenrizyunus)
Kami melanjutkan hubungan bersama. Memulai untuk saling
percaya kembali, memulai untuk memaafkan satu sama lain, memulai untuk
menyayangi lebih dalam lagi, dan menganggap yang lalu adalah pembelajaran. Kami
berusaha untuk berdamai dan mencoba untuk “Kembali ke awal”.
Berikanku alasan
Untuk tetap bersamamu
Setelah lelah berharap
Berjarak dengan waktu
Semoga mendewasakan
Artis rasa satu itu
Berkaca kau dan aku
Kembali ke awal.
(Glen Fredly – Kembali ke awal)
Selanjutnya untuk fase kelima, kembali ke awal. Tidak semua orang mampu melanjutkan hubungan
kembali dengan orang yang sama, jika sebelumnya terdapat masalah. Namun, kami
meyakini kami bisa.
Hubungan kembali berjalan normal, hubungan kembali hangat,
kami meyakini bahwa ini berhasil diperbaiki. Kami meyakini hubungan ini bisa
selamat. Kemi berusaha percaya.
Meskipun semuanya berjalan hangat, permasalahan tidak
semuanya hilang. Permasalahan kecil selalu berdampingan dihubungan ini. Tapi
kami tetap bersama, selain masih satu rasa, kami enggak tahu apalagi.
Kamu akan ketemu satu orang yang membuatmu kebingungan
terhadap perasaanmu sendiri. Dan ketika ada yang bertanya kenapa, kamu akan
jawab, “Enggak tahu”. (Rintik Sedu)
Masih menguatkan hati untuk tetap
bersama, masih menguatkan hati untuk saling menguatkan. Dirasa bosan, pasti
ada. Dirasa capek, pasti ada. Dirasa menyerah, pasti ada. Dirasa ingin
mengakhiri, pasti ada. Namun masih ada perasaan berat untuk saling melepaskan.
Meski dia sering bertindak semaunya dan bikin kamu hilang
kesabaran, dia sebetulnya sangat perhatian dan kamu nggak pernah meragukan rasa
sayangnya.
Biarpun kalian sering cekcok soal hal-hal gak penting dan
cara berpikirnya yang aneh, dan bikin kamu pengen jambak-jambak rambut, dia
tetap orang pertama yang ingin kamu datangi untuk bercerita tentang apa saja,
orang yang sangat mengerti kamu sampai jeroan.
Itu contoh hal-hal baik yang membuat hubungan kalian masih
sangat bisa diselamatkan. (Ig: @jennyjusuf)
Berusaha untuk mendekat lagi, berusaha
saling menggenggam lagi. Kita bisa, kita punya satu sama lain.
Dalam sebuah hubungan, bukan seberapa bahagia kamu saat
bersamanya. Tapi seberapa sabar kamu ngelewatin banyak hal sama dia. Gapeduli
seberat apa fase hubungan yang kalian alamin, jangan pernah berpikir untuk
meninggalkan satu sama lain. (twitter: @azzamsyauqi)
Salah satu kalimat yang kupegang saat
merasa ingin melepas.
Yang baru memang lebih menggoda, tetapi belum pasti bisa
bikin kita nyaman seperti yang lama.
Yang lama memang suka ngeselin dan perhatian, tetapi dia
lebih sayang, ketimbang orang yang baru kita kenal. (Twitter: @Justcrepes)
Dan ini untuk dia:
“Bila suatu saat
hubungan kita menjauh sedikit demi sedikit”
“Dan kita sudah
tidak berdebar karena senang seperti sekarang,”
“Tolong katakan
padaku lebih dahulu”
“Bahwa kau ingin
putus”
“Aku amat
manyukaimu”
“Maka aku hanya
ingin mengenang masa indah”
Percakapan Ik-sun
ke Joon-wan
#HospitalPlaylist
Banyak harapan untuk hubungan ini.
Namun, itu semua tidak berlangsung lama, kami sudah mencoba
untuk memperbaiki berulang kali, mencoba memperbaiki dengan lebih mengenal satu
sama lain, namun banyak perbedaan dari kita. Sangat berbeda perbedaan kita,
sangat berat untuk bersama. Ditambah dengan bayang-bayang masa lalu yang selalu
hadir.
Pertahanan kami sudah lemah, pertahanan kami sudah rapuh,
dan susah untuk digenggam. Kami mengakhiri semuanya, dan berakhir pada fase keenam, selesai.
Terbayang masa lalu adalah salah satu penyebabnya. Meskipun
susah untuk mengungkapkan nya, namun hati tidak berbohong. Terdapat rasa takut
yang mengikuti. Bukannya tidak percaya, soal hati siapa yang tahu. Dan hati ini
terlalu cinta.
“Kupikir aku akan baik-baik saja”
“Semua itu sudah berlalu”
“Aku tahu kamu tidak akan berselingkuh dariku lagi”
“Aku tahu, tapi sebenarnya, aku tidak baik-baik saja”
“Ini tidak baik-baik saja”
“Ini tidak akan membaik”
“Aku terus mencurigaimu”
“Aku gugup”
“Aku berusaha tidak begitu, tapi aku terus memikirkannya”
“Aku tidak bisa memaafkanmu”
“Andai aku bisa membencimu”
“Karena aku mencintaimu.. karena aku tahu aku mencintaimu”
“Aku malah makin tersiksa”
“Bagaimana jika aku terus seperti ini?”
“Bagaimana jika aku tidak bisa memaafkanmu, tidak bisa
melupakannya dan terus menyiksamu seperti ini?”
Percakapan Ye-Rim ke Je-hyuk
#TheWorldofTheMarried
Selain itu, perbedaan kebiasaan dan kesenangan diantara
kami. Sulitnya waktu untuk bertemu, keegoisan masing-masing, saling tertutup, kurangnya
kepercayaan dan rasa capek dengan hubungan ini. Itu semua yang menjadi alasan
selesai. Kami terlalu “Hitam Putih” untuk bersama.
Bagai langit dan bumi
Yang tak pernah sealam
Bagai hitam dan putih
Yang tak pernah sewarna
Hanya kita yang merasakannya
Belajar melepaskan dirinya
Walau setengahku bersamanya
Ku yakin kita kan terbiasa
Walau inti jiwa tak terima
(Fortwenty – Hitam Putih
Dan kami menyadari, hati kami tidak terlalu luas.
Tidak ada pasangan yang benar-benar cocok, yang ada ialah
pasangan yang hatinya begitu luas untuk menerima ketidakcocokan – Panji Ramdana
Karena sejak awal hubungan ini diawali dengan cara yang
baik, maka kami mengakhiri dengan cara yang baik pula.
Titik terlelah mencintai adalah; ketika seseorang memohon
pada tuhan, namun bukan lagi tentang ingin memiliki, melainkan agar tuhan
melapangkan hatinya dan mengikhlaskan. (twitter: @Julianmj_ )
Kita harus sama-sama berdoa, untuk
selau bahagia.
Dan harus saling berjanji, untuk terus
bahagia.
Terimakasih sudah menemani,
Cerita cinta.


Komentar
Posting Komentar